Follow up Rencana Kegiatan Diklat Relawan Penyuluhan Damkar

Penyuluhan Damkar

Follow up Rencana Kegiatan Diklat Relawan Penyuluhan Damkar oleh Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan)Damkar Dinas Provensi DKI Jakarta

Pelayanan Masyarakat Badan Pengurus Daerah Gereja Bethel Indonesia (Pelmas BPD GBI DKI Jakarta) melakukan pertemuan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pelayanan kebencanaan dan keselamatan masyarakat. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun kerja sama yang berdampak luas, baik bagi warga Jakarta secara umum maupun bagi Gereja Bethel Indonesia di wilayah DKI Jakarta secara khusus.

Ini merupakan followup (Kunjungan ke dua) link kunjunagn pertama ada di bawah
https://www.bpdgbidkijakarta.com/kunjungan-ke-kantor-pemadam-kebakaran-pusat-provinsi-dki-jakarta/

Bidang Pelmas BPD GBI DKI Jakarta Penyuluhan Damkar

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pemadam Kebakaran Pusat Provinsi DKI Jakarta, Jalan Kyai Haji Zainul Arifin No. 7 pada tanggal 29 Januari 2026 (Jumat). Hadir dalam pertemuan ini Pdt. Sapto Edhi Raharjo, Ibu Pdt. Tan Siauw Fung (Ifung Suala), Pdm. Filemon Wasito, serta Pdp. Noldi Tuwoliu. Kehadiran para pemimpin gereja ini menegaskan keseriusan GBI DKI dalam membangun jejaring lintas sektor demi kepentingan masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, kedua pihak membahas berbagai hal penting, mulai dari langkah-langkah pencegahan kebakaran, kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, hingga penguatan relawan kebakaran berbasis komunitas. Selain itu, turut dibicarakan berbagai peluang kolaborasi lain yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan edukasi publik serta respons cepat ketika terjadi bencana.

Melalui kunjungan dan dialog ini, GBI DKI Jakarta kembali meneguhkan komitmennya sebagai gereja yang peduli dan hadir di tengah masyarakat. Sinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan kota yang lebih aman, responsif, dan tanggap bencana, sekaligus memperluas peran gereja sebagai mitra strategis dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *