GBI Glow Season City, Jumat 9 Desember 2022

Bahwa sesuai arahan dan mandate dari BPP GBI yang menetapkan BPD DKI Jakarta Gereja Bethel Indonesia sebagai Panitia Pelaksana dari penyelenggaraaan Natal Umum GBI secara Nasional dan International. Setelah menerima mandate tersebut maka BPD DKI menunjuk Pdt. Michael Halim sebagai Ketua Panitia Natal tersebut.
Pelaksanaan Perayaan Natal umum GBI dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Desember 2022, bertempat di GBI Glow Season City, Jakarta Barat. Perayaan Ibadah ini dilaksanakan secara Hybrid atau secara onsite dan juga online.
Secara onsite dihadiri oleh Badan Pengurus Pusat GBI dan staff; Pengurus BPD DKI Jakarta GBI; beberapa perwakilan dan gembala dari BPD Bekasi; BPD Banten dan BPD Jawa Barat, serta Pejabat dan Gembala GBI DKI Jakarta dan sekitarnya, yang berjumlah kurang lebih 1000 orang dan yang mengikuti secara online dari seluruh pelosok negeri dan luar negeri kurang lebih 20.000 orang
Acara yang dimulai tepat Pkl. 16.00 wib itu dimeriahkan dengan penampilan dari anak anak PAHAT sebagai team Pemuji dan Pemusik; Penampilan drama dari WBI Korda DKI, Paduan Suara gabungan pemuda DPA GBI DKI Jakarta; Pujian dari Pdm. Ronni Sukamto dan ucapan selamat Natal dari 15 BPD yang ada di seluruh Indonesia.

Pdt. Rubin Adi Abraham, dalam khotbahnya menyampaikan firman dengan judul Tuhan Yesus datang untuk mengubah jalan hidupku. Saudara-saudara saya percaya setiap orang yang berjumpa dengan Yesus hidupnya tidak akan pernah sama lagi.
Hidupnya akan diubah. Saulus menganiaya jemaat berjumpa dengan Yesus menjadi Paulus, Rasul yang menanam begitu banyak Jemaat. Wanita Samaria yang sudah 5 kali menikah dan bahkan sekarang kumpul kebo dengan suami orang, tetapi ketika dia berjumpa dengan Kristus dia bertobat, dia memberitakan tentang Yesus sebagai Mesias sehingga seluruh kampung di Samaria datang untuk mendengar pemberitaan kabar baik dari Yesus.

Seburuk apapun masa lalu kita ketika kita berjumpa dengan Yesus maka akan ada masa depan yang indah yang Tuhan berikan bagi kita yang percaya. Perubahan itu juga terjadi dalam kehidupan orang-orang majus, mereka diduga dari Persia dan kebanyakan penyembah berhala atau orang-orang kafir yang tidak percaya Tuhan. Satu kali mereka datang untuk menjumpai seorang raja yang baru dilahirkan dan mereka melihat bintangnya di Timur dan di dalam Matius 2:11-12 dikatakan “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria ibunya lalu sujud menyembah Dia, mereka lalu membuka harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya yaitu emas, kemenyan dan mur dan karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes maka pulang lah mereka ke negrinya melalu jalan lain”

Saudara-saudara Saya melihat titik pertobatannya ketika orang majus itu datang ke Betlehem menjumpai bayi Yesus yang sudah dilahirkan, mereka masuk ke dalam rumah itu mereka tidak hanya ingin menjadi penonton di luar tapi mereka masuk ke dalam ingin mengenal Tuhan Yesus lebih dekat. Lalu mereka melihat anak itu, face to face, muka dengan muka mereka tidak hanya ingin mendengar Yesus dari kata orang tapi mereka mau mengalami encounter, perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus kemudian mereka sujud menyembah sebagai tanda kerendahan hati mereka orang kaya, mereka orang ternama, tapi mereka sujud menyembah bayi yang sebetulnya berasal dari keluarga miskin karena mereka tahu dibalik penampilan yang sederhana sebetulnya dia adalah raja di atas segala raja dan kemudian mereka mempersembahkan persembahan yaitu emas kemenyan dan mur. Pada masa kini ada banyak orang ingin memberikan persembahan kepada Tuhan sayangnya tidak diawali dengan sujud menyembah Tuhan, lihat orang majus ini sujud menyembah lalu mempersembahkan sebab kalau kita mempersembahkan tanpa sujud menyembah, kita akan merasa bangga kita akan merasa berjasa kita akan merasa tindakan kita adalah sesuatu yang harus di pahalai oleh Tuhan. Jadi Bapak Ibu gembala jangan terlalu senang kalau ada jemaat yang sumbang kursi banyak-banyak, sumbang sound system banyak-banyak, sumbang alat musik keyboard, drum, semuanya lengkap kalau ternyata mereka tidak pernah sujud menyembah satu kali sama saudara dia angkut semua barang-barang. Jangan sampai ini terjadi.

Kenapa hal ini bisa terjadi karena orang memberikan persembahan tanpa hati yang ditekuk, tanpa hati yang dipersembahkan dan menyadari semua adalah anugerah Allah dan kalau aku bisa memberikan persembahan itu semata-mata karena kebaikan Tuhan. Perjumpaan pribadi dengan Tuhan harus diawali dengan kerinduan melihat dia secara pribadi sujud menyembah mempersembahkan yang terbaik dan ayat yang berikutnya berkata “Pulanglah mereka melalui jalan lain” Mereka tidak mau menemui jalan yang sama karena mereka akan berjumpa dengan Herodes tapi mereka menempuh jalan yang berbeda mereka tidak taat kepada perintah raja Herodes karena mereka lebih taat perintah raja di atas segala raja kepada Allah yang memberikan petunjuk, jangan melalui jalan yang sama tapi ambil jalan lain.

Hidup orang majus berubah, kehidupan kita juga harus berubah kalau kita sadar siapakah bayi Yesus yang lahir di Hari Natal. Ada dua hal yang saya mau bagikan kepada saudara siapakah Yesus yang lahir di natal ini, Yohanes 1:1-3 “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Dia pada mulanya bersama-sama dengan Allah segala sesuatu dijadikan oleh dia dan tanpa dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” yang pertama saya melihat bahwa bayi kecil, bayi lemah, bayi kudus yang lahir pada hari natal ternyata adalah pencipta alam semesta. Segala sesuatu dijadikan oleh Yesus tanpa Yesus tidak ada satu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Kalau Yesus adalah pencipta berarti dia adalah Allah. Karena hanya Allah yang bisa menciptakan alam semesta ini dan Yesus adalah Allah Yang Maha Kuasa, Allah yang maha besar, Dia menciptakan segala-galanya dan semua yang ada adalah buatan tanganNya. Kalau saya mengajak saudara melihat gambar berikut ini, bumi itu besar bila dibandingkan dengan planet lain misalnya Venus, Mars, Mercury, Merkurius ataupun Pluto. Tetapi kalau kita bandingkan bumi ini dengan Jupiter maka Jupiter itu mungkin seperti bola basket ada yang lebih besar sedangkan planet lain Saturnus, Uranus, Neptunus lebih kecil dan bumi itu seperti kelereng dibandingkan dengan Jupiter. Tetapi kalau kita membandingkan Jupiter dengan matahari maka matahari menjadi bulatan yang sangat besar dan Jupiter seperti kelereng. Sedangkan bumi hanya setitik kecil yang tanpa arti dan bila kita melihat bumi ini di dalam luasnya Andromeda Raya galaksi bima sakti maka kita hampir tidak melihat bumi itu dimana karena luasnya alam semesta. Betapa besarnya Tuhan, betapa dasyatnya Dia, betapa kecilnya kita. Kadang-kadang kita tidak sadar kita merasa diri kita orang hebat, hamba Tuhan besar, orang kaya, orang berpangkat. Kita hanya debu tanah. Tidak ada yang bisa kita sombongkan, hanya Tuhan saja yang mengangkat kita, melayangkan kita, kita ada sebagaimana kita ada sekarang. Lalu alam semesta yang begitu besar, who is the creator, siapa penciptanya, Yesus.
Sehingga Yesus bukan cuma Nabi biasa, Rasul biasa, Manusia biasa tetapi Dia adalah Master of Universe, pencipta alam semesta, Tuhan diatas segala Tuhan yang layak menerima hormat pujian kuasa sampai selama-lamanya.

Setelah Penyampaian Firman Tuhan oleh Ketum GBI: Bapak Pdt. Rubin adi Abaraham, maka acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin yang dipimpin oleh Pdt. Yosafat Mesach. Hadir juga mewakili Dirjen. Bima Kristen Kementrian Agama RI yang menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada GBI yang sangat berperan aktif dalam berbagai kegiatan, khususnya saat masa Pandemi dan saat terjadi berbagai bencana alam, GBI selalu hadir untuk membantu korban korban bencana alam. Tuhan Yesus memberkati