Pelmas GBI Dan Tagana Rajawali Dirikan Dapur Air Untuk Penyintas Kebakaran Di Kapuk Muara
Jakarta Utara, 13 Juni 2025 — Pelayanan Masyarakat Gereja Bethel Indonesia (Pelmas GBI) bersama Tagana Rajawali mendirikan dapur air sebagai bentuk tanggap darurat terhadap kebakaran besar yang melanda kawasan padat penduduk di Kampung Rawa Indah, RT 17 RW 04, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah
Peristiwa kebakaran terjadi pada Jumat, 6 Juni 2025. Sedikitnya 485 bangunan hangus terbakar, mengakibatkan sekitar 800 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.200 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 675 KK (sekitar 2.321 jiwa) tercatat sebagai pengungsi. Para penyintas terdiri dari laki-laki (1.018 jiwa), perempuan (1.136 jiwa), anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Tanggap Cepat Gereja
Sebagai bagian dari respons kemanusiaan, Pelmas BPD GBI DKI Jakarta—di bawah arahan Ketua Pelmas BPD GBI DKI Jakarta, Pdt. Ifung Suala, dan Ketua Perwil GBI Jakarta Utara, Pdt. Michael Halim—menginstruksikan Pelmas GBI Jakarta Utara, yang dipimpin oleh Pdm. Noldi Tuwoliu, MA, untuk segera bertindak. kegiatan ini juga dukung oleh ke empat wilayah Pelmas BPD GBI DKI Jakarta lainnya bersama Tagana Rajawali, mereka mendirikan Dapur Air pada tanggal 10–12 Juni 2025.
Pelayanan ini bertujuan untuk menyediakan air minum dan air bersih bagi para penyintas, sekaligus menjadi wujud kehadiran gereja dalam mendampingi masyarakat terdampak secara jasmani dan rohani.
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Nasional
Upaya ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Jakarta Utara. Wali Kota Jakarta Utara, Bpk. Hendra Hidayat, bersama perwakilan dari Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, memberikan apresiasi atas inisiatif gereja dan relawan Tagana Rajawali. Wali kota juga menyampaikan ucapan terima kasih langsung kepada Ketua PGPI, Pdt. Dr. Jason Balongpapueng, melalui panggilan video.
Tim Lapangan dan Sinergi Pelayanan
Tim yang terlibat langsung dalam pelayanan antara lain:
- Pdm. Noldi Tuwoliu, MA (Ketua Pelmas GBI Jakarta Utara)
- Melky Siletty (Koordinator Nasional Tagana Rajawali, BPP GBI)
- Yenny R., Harun A., dan Suherman (Anggota Tagana Rajawali)
Mereka bergantian berjaga dan memastikan distribusi air bersih berlangsung dengan lancar di titik-titik pengungsian.
Lebih dari Bantuan Fisik
Pelayanan yang dilakukan bukan hanya terbatas pada kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan kekuatan moral dan spiritual bagi para pengungsi. Banyak warga terdampak menyampaikan rasa syukur karena merasa diperhatikan dan didampingi dalam masa sulit.
“Kami merasa tidak sendiri. Terima kasih kepada semua yang datang membantu,” ujar salah satu pengungsi.
Harapan untuk Pemulihan Jangka Panjang
Pelmas GBI menyatakan harapan agar kebutuhan dasar para penyintas, khususnya air bersih, tetap bisa dipenuhi selama masa pemulihan berlangsung. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bagi gereja-gereja lain untuk terus terlibat dalam pelayanan lintas sektor secara nyata.
“Kami percaya gereja harus hadir dalam setiap situasi—termasuk bencana—untuk menjadi terang dan saluran kasih bagi masyarakat,” ujar Pdm. Noldi.







