Pelmas GBI Jakarta Barat Gelar Aksi Sosial di Cengkareng
Wujud Kepedulian Gereja Terhadap Kebersihan dan Infrastruktur Lingkungan
Jakarta, 27 September 2025 – Pelayanan Masyarakat (Pelmas) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Perwilayah Jakarta Barat melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian tong sampah, alat kebersihan, serta perbaikan jalan rusak di lingkungan GBI Bangun Nusa, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (27/9). Kegiatan ini melibatkan partisipasi dari berbagai elemen gereja dan masyarakat setempat.
Aksi sosial ini terselenggara atas kerja sama dan dukungan dana dari beberapa gereja yang tergabung dalam Sektor Cengkareng Timur 2, yaitu GBI Bangun Nusa (Pdm Restina), GBI House of Worship (Pdt Toto Soeprianto – Kasektor), GBI Living Altar Palem (Pdm Sephin Cong), GBI Kasih Agape (Pdp Oktofianus Manikari), dan GBI Real Love (Pdm Johnny S. Darmawan).
Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pdp Thio Hana Ferdina, koordinator Sie Doa Perwil Barat, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan pembukaan acara. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis alat kebersihan dan tong sampah dari Pelmas Perwil Barat kepada Ketua RT setempat. Tong sampah ini akan didistribusikan kepada warga pada hari Minggu berikutnya.
Selanjutnya, tim gabungan dari TAGANA Jakarta Barat, Sahabat TAGANA, dan warga lingkungan GBI Bangun Nusa melaksanakan perbaikan jalan yang rusak sebagai bagian dari aksi peduli infrastruktur lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa tokoh dan perwakilan gereja, di antaranya:
- Pdt Abram Suala (Anggota MPL GBI)
- Pdt Ifung Suala (Ketua Pelmas GBI DKI)
- Pdm Johnny S. Darmawan (Ketua Pelmas Jakarta Barat)
- Pdt Aries Siwito (Sekretaris Perwil Jakarta Barat)
- Pdp Thio Hana Ferdina (Sie Doa Jakarta Barat)
- Perwakilan dari TAGANA Jakarta Barat dan Sahabat TAGANA
- Para pengerja dan pelayan dari gereja-gereja sektor
- Ketua RT 007 dan RW 003, Cengkaren Timur Lingkungan GBI Bangun Nusa
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelayanan kasih gereja kepada masyarakat dalam bidang kebersihan lingkungan dan peningkatan aksesibilitas infrastruktur. Kolaborasi lintas gereja serta sinergi dengan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan sosial ini.











