PERAYAAN HUT GBI ke 72

6 Oktober 2022, GBI NDC Central Park, Jakarta Barat

Perayaan HUT GBI ke 72 tahun ini dilaksanakan secara Hybrid, sehingga terbuka bagi semua Pejabat yang ada di sekitar jabodetabek dan yang yang berada di luar Jabodedtabek bisa megikutinya secara online. Acara tersebut sudah dimulai sejak Pkl. 16.00 wib dengan menampilkan finalis dari lomba cipta lagu atau juara GBI song yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Sedangkan acara puncak perayaan tepat pada pkl. 19.00 wib

Setelah pujian yang dinaikan oleh team Bethel Song, maka Pdt. Rubin Adi Abraham, naik ke panggung untuk menyampaikan Firman Tuhan, dengan Thema HUT GBI tahun in yaitu: Jadikanlah Semua Bangsa MuridKu. Thema ini untuk menuntaskan visi GBI, yaitu mencapai 10.000 gereja lokal di seluruh Indonesia dan dunia. Oleh karena itu Pak Rubin dalam khotbahnya, beliau menyampaikan bahwa pada bulan Paskah yang lalu kita meresmikan 5 gedung gereja baru. Saya menyampaikan bahwa ini hadiah dari sinode GBI (gedung gereja baru). Dan saya percaya itu lebih berharga daripada memberi makanan, minuman, memberi apapun, dan saya melihat banyak hamba Tuhan, banyak jemaat yang menangis karena selama belasan tahun mereka tidak mampu karena mereka di daerah pedalaman. Mereka tidak mampu membuat sebuah gedung gereja yang layak pakai, untuk dipakai di dalam ibadah. Saya percaya kalau kita punya hati yang saling mengasihi dan mendukung gereja besar mendukung gereja kecil, GBI akan makin dipakai Tuhan untuk kemuliaan namaNya.

Kantor-kantor Badan Pengurus Daerah (BPD) juga kita bangun sampai sekarang dan diharapkan semua Badan Pengurus Daerah lainnya akan punya kantor sendiri sebagai sentral kegiatan dan gerakan GBI di daerah. Selain itu, kita menjadi berkat bagi masyarakat luas, karena itulah kita mendirikan klinik Sehati. Sehati itu singkatan “Sehat Indonesia” karena kita mau Indonesia sehat rohnya, jiwanya, bahkan tubuhnya. Sehingga kita bukan hanya menjadi berkat bagi umat yang di dalam tembok gereja, tapi kita menjadi berkat bagi masyarakat luas juga melalui pendidikan dan sarana yang lain, sehingga kita benar-benar menjadi garam dan terang dunia. Saya tahu untuk mewujudkan ini tantangannya besar. Tapi saya selalu melihat ketika kita sungguh-sungguh mengandalkan kuasa Roh Kudus, Tuhan akan buka jalan dengan cara yang luar biasa.

Saya punya visi dari Tuhan membangun sebuah museum kisah-kisah Alkitab modern. Museum Alkitab modern atau Theme Park ini saya beri nama The Journey karena tujuannya adalah Journey to Eternity, perjalanan menuju kekekalan akan memaparkan mulai dari kisah penciptaan, kisah hamba-hamba tuhan seperti nabi-nabi yang ada, Yesus adalah puncaknya, sampai pada akhir zaman di mana Yesus akan datang kembali untuk menjemput orang percaya.

Saudara-saudara jadi Saya melakukan survei ke banyak tempat banyak negara tentang Bahtera Nuh, tentang kisah Abraham, Ishak, Tabernakel, Market Yerusalem, kisah nabi Yunus, ada patung-patung keadaan Alkitab pada zaman dulu yang bisa diterapkan pada masa kini, visualisasi, Bible Story, teknologi 5D untuk misalnya Laut Merah terbelah dan sebagainya. Dan sambil merencanakan kita terus berdoa, berupaya karena izin bukan hal yang mudah didapat tapi dua minggu yang lalu kami mendapatnya izinnya untuk membangun. Ijinnya bukan gedung pertemuan tetapi ijinnya Gereja Bethel Indonesia. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang dahsyat.

Karena itu apapun yang menjadi tantangan dan masalah kita kita tetap harus berusaha dengan keras tapi kita juga harus meningkatkan doa, karena doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya. Sehingga sejak mulai tahun yang lalu kita mulai mengadakan menara doa sinode GBI yang dilakukan baik secara onside di Graha Bethel kantor sinode dan juga dipancarkan secara online melalui zoom dan dimulai dari 12 jam sehari, 18 jam sehari tapi kita hari ini mau mengumumkan mulai minggu depan, satu minggu setelah ulang tahun GBI yang ke-52, maka Menara Doa sinode akan beroperasi 24 jam sehari. Haleluya karena saya percaya kegerakan yang besar harus disertai dengan doa-doa yang sehati dari umat yang percaya.

 Setiap hari Rabu jam 10.00 sampai jam 12.00 itu juga diisi di dalam Menara Doa Sinode ada acara yang kita sebut sebagai PHTS Persekutuan Hamba Tuhan Sehati itu adalah pembekalan rohani untuk para hamba-hamba Tuhan baik oleh saya sebagai ketua umum, para ketua-ketua BPD, para ketua Departemen dari STT Indonesia dan juga banyak hamba Tuhan lain yang luar biasa. Jadi saya menyerukan bagi saudara di manapun saudara berada yang mengikuti lewat YouTube dan sebagainya jangan bilang bahwa GBI itu kok kurang memberikan pengajaran kepada kami kurang mengarahkan ikuti menara doa ikuti persekutuan doa hamba Tuhan karena itu diadakan untuk melengkapi kita semua para hamba-hamba Tuhan makin hari dengan kebenaran Firman Tuhan.

GBI TERLIBAT AKTIF  PENGINJILAN DAN PEMURIDAN

Puji Tuhan GBI selama ini telah ikut serta dalam penuaian jiwa di akhir zaman. Tetapi kita juga tahu bahwa jiwa-jiwa yang dimenangkan itu harus dimuridkan. Penginjilan dan pemuridan adalah dua hal yang harus berjalan bersama-sama supaya ada kemajuan secara kuantitas jumlah tapi juga secara kualitas. Itu sebabnya mengapa kita pada malam ini dan ke depan selain menekankan penanaman gereja menekankan juga pemuridan. Matius 28 tadi bicara tentang amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, Pergilah jadikanlah semua bangsa muridku, baptislah, ajarlah, ketahuilah aku menyertai kamu senantiasa sampai kesudahan Allah. Nah kalau kita lihat ayat tadi ternyata ada empat kata kerja namun hanya ada satu kata perintah imperatif atau satu kata kerja induk dan kata itu adalah “Jadikanlah Murid”. Kata-kata yang lain adalah kata kerja bantu (participle). Pergilah baptislah ajarlah, tiga hal ini merupakan cara untuk menjadikan murid Kristus. Pergilah, baptislah, ajarlah, beritakan injil, baptis orang yang percaya, ajar dengan kebenaran Firman agar tumbuh dewasa tapi tujuan akhirnya adalah jadikan semua bangsa sebagai murid Tuhan.

Tahukah saudara bahwa kata murid atau “matetes” dalam bahasa Yunani ditulis 269 kali di dalam perjanjian baru, sedangkan kata Kristen 3 kali saja, kata orang percaya hanya ditulis 2 kali. Murid adalah orang yang mengaku Yesus adalah Tuhan. Murid adalah orang yang mengikuti teladannya dan melakukan perintah Nya.

Seorang hamba Tuhan bernama Ronald W. Leigh berkata pemuridan adalah suatu proses yang disengaja di mana orang Kristen yang telah dewasa rohani membina orang Kristen hingga tumbuh dewasa. Jadi orang yang sudah dewasa membimbing orang lain yang masih muda rohani supaya mereka mencapai taraf kedewasaan. Le Roy Eims ini juga berkata pemuridan adalah proses yang bertujuan untuk memenangkan orang kepada Kristus dan kemudian membimbing mereka dari saat pertobatan sampai menjadi murid yang dewasa. Sehingga penginjilan yang membuat orang percaya kepada Yesus tidak cukup berhenti sampai mereka bertobat, tetapi orang harus didampingi orang harus didewasakan supaya mereka tumbuh secara rohani dan itulah pentingnya desain positif pemuridan. Pemuridan itu bukan hanya Pendalaman Alkitab, “pemuridan adalah proses pertumbuhan menjadi serupa seperti Yesus”.

Pemuridan Sekali lagi bukan cuma PA Pendalaman Alkitab pemuridan adalah proses pertumbuhan menjadi serupa seperti Yesus. Saya melihat di dalam alkitab, apa yang dilakukan oleh Yesus untuk menjadikan orang sebagai muridnya, ada tiga hal yaitu “teaching”, “coaching”, “fathering”.

  1. Teaching artinya pengajaran sehingga orang-orang yang tidak tahu kebenaran diajar Firman sehingga mereka tahu kebenaran.
  2. Coaching adalah pelatihan magang sehingga orang-orang yang tadinya tidak bisa melayani sekarang bisa melayani tidak bisa doa menjadi bisa doa tidak bisa mengusir setan sekarang bisa mengusir setan.  
  3. fathering, pembapaan sehingga para murid yang semula tidak mirip Yesus karakternya makin lama makin mirip seperti Yesus. Dan

Tiga hal ini harus kita lakukan dalam setiap gereja lokal, karena kita gereja lokal kebanyakan hanya menekankan faktor pertama, teaching mengajar dari mimbar tapi kita tidak turun dan menjadi orang yang mengajak orang-orang lain untuk melihat Tuhan. Kalau saudara mau pelayan Tuhan di gereja kita berkembang maka harus turun ke lapangan, misalnya Jemaat tidak hanya bisa berdoa untuk orang sakit dari mimbar atau dalam gereja tetapi harus  datang ke rumah sakit mendoakan orang yang sakit. dan itu sesuatu yang akan membuat mereka sadar bagaimana cara melakukan hal tersebut dan termasuk dalam (fathering) pembapaan.

Untuk bertumbuh dewasa di dalam pemuridan, maka perlu dua hal, yaitu:  pertama adalah “bahan pemuridan” yang kedua dalam “mentor” atau pembimbing rohaninya sebab walaupun bahannya ada tapi kalau tidak ada pembimbingnya ini tidak akan maksimal. Bersyukur pada masa pandemi kita bisa menjadi lebih efektif. Sudah terbit empat buku modul pemuridan yaitu” buku Menjadi Seperti Kristus (MSK). Ini adalah bahan pemuridan yang diterbitkan oleh Departemen Pemuridan, sehingga GBI punya buku yang bisa digunakan oleh setiap jemaat lokal untuk memuridkan orang-orang yang ada.

Kita juga menerbitkan buku yang lain yaitu: buku Komunitas Sel berbasis Amanat Agung karena orang setelah dimuridkan maka mereka terus harus terlibat dalam satu komunitas yang saling membangun dan itulah pentingnya komunitas sel. Dalam memaksimalkan melakukan kelompok sel dan melakukan pemuridan dengan baik, maka ada mentor-mentor yang sudah disiapkan untuk melatih gereja lokal.  Mungkin ada yang bertanya apa sih bedanya pemuridan dengan ibadah raya,  kan sudah ibadah hari Minggu dan pertemuan doa bahkan sudah ada pendalaman Alkitab kenapa harus ada pemuridan. Saya mau katakan ada beda yang sangat tajam antara pemuridan dan ibadah biasa karena dalam pemuridan harus ada unsur sentuhan pribadi harus ada hubungan pribadi bukan hanya pertemuan kelompok sel saja berarti seorang pembimbing rohani seorang mentor harus bisa duduk ngobrol berdua atau sambil makan ngobrol bertiga ngobrol berempat dan mencurahkan isi hatinya pengalamannya visinya kegairahannya kepada Yesus kepada orang-orang yang ada. Dan saat kita sedang mencurahkan isi hati kita anak-anak muda misalnya kepada orang yang sedang bertumbuh secara rohani mereka akan semakin dewasa seperti Yesus.

Seperti Barnabas memuridkan Paulus, Paulus memuridkan Timotius Timotius memuridkan para murid lain yang bisa memuridkan orang berikutnya. Kitab 2 Timotius 2 ayat 2 dikatakan apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai yang juga cakap mengajar orang lain. Jadi esensi pemuridan adalah membangun manusia menjadi seperti Kristus. Orang bisa membangun gedung yang megah tapi saya percaya Gereja dipanggil untuk membangun manusia, karena Yesus mati untuk menyelamatkan manusia dan bukan menyelamatkan gedung. Satu manusia yang bertobat berharga di mata Tuhan dan kita harus menuangkan seluruh kehidupan kita agar muncul para pemimpin-pemimpin lain agar mereka juga  bisa melayani banyak orang bagi kemuliaan Kristus.

Oleh karena itu mengapa pemuridan ini sangat penting untuk kita tekankan karena pemuridan itu merupakan salah satu aspek dari motto yang dalam Periode ini yaitu GBI SEHATI. Sehati singkatan SEHATI (Sinergi potensi, Erat dengan Roh Kudus, Harmonisasi pelayanan dan keluarga, Aktivasi pemimpin muda, Teknologi terpadu dan transparansi dan Implementasi misi dan pemuridan).  Jadi ketika kita melakukan misi termasuk penanaman gereja baru itu harus disusun dibarengi dengan pemuridan supaya orang tumbuh dewasa.

Bagian terakhir yang saya mau bagikan adalah supaya pemuridan itu berkesinambungan bukan hanya kepada pribadi tapi juga bagi organisasi kita GBI. Kita perlu membuat road map GBI hingga tahun 2035. Saya melihat bahwa rencana Tuhan itu sangat besar dan tidak bisa selesai dalam satu generasi dan itulah mengapa dalam Alkitab ada istilah Allahnya Abraham, Ishak, dan Yakub karena apa yang Allah katakan kepada Abraham tidak selesai bahkan ketika Abraham mati itu dilanjutkan kepada anaknya Ishak dilanjutkan kepada anaknya Yakub atau Israel dan kemudian mulai lebih nyata ketika Yusuf itu menjadi raja muda di Mesir. Lihat janji Allah bahwa keturunan Abraham akan seperti banyaknya bintang di langit pasir di tepi laut itu mulai tergenapi dari zaman Yusuf dan berikutnya. Saya juga percaya prinsip yang sama yang kita harus pahami, rencana Allah terlalu besar untuk bisa diselesaikan dalam generasi kita itu harus di berikan juga kepada generasi-generasi yang ada setelah kita. Strategi dan program gereja termasuk sinode juga harus berlangsung secara berkesinambungan, ada kontinuitas walaupun ketua umumnya berganti walaupun pengurusnya berganti tetapi apa yang sudah kita taruh itu akan kita kembangkan. Ini akan membuat GBI mengalami kemajuan, karena dasar baik yang telah diletakkan terus dilanjutkan.

Pada periode-periode yang lalu, bapak bapak rohani kita telah meletakkan dasar yang baik bagi organisasi, saya melanjutkan tidak memulai lagi semuanya dari nol tapi kita lanjutkan apa yang baik menjadi lebih efektif dan dimodifikasi sesuai  zaman.  Dalam Sidang Majelis pekerja lengkap beberapa bulan lalu di Bali saya telah memaparkan kepada rekan-rekan hamba Tuhan dari seluruh Indonesia dan juga ada dari Badan Pengurus Luar Negeri, apa yang akan kita capai pada tahun 2023 dan 4 tahun berikutnya periode Sinode berikutnya tahun 2027, kemudian tahun 2031 kemudian tahun 2035. Ini ada rancangan yang terus berkesinambungan setiap 4 tahun sampai 2035 dan ketika kita masuk pada perode 2035, bisa melanjutkan atau membuat road map sampai tahun 2055. Dengan demikian kita punya Visi yang besar yang kita kerjakan bersama-sama.

Road Map ini,  saya melihat ada beberapa hal yang harus terus diupayakan dan kerjakan, yaitu:

  1. Penanaman gereja hingga target 10.000 jemaat GBI harus tercapai dan ini disertai dengan pemuridan bagi setiap jemaat supaya jemaat tambah dewasa.
  2. Pengajaran pentakosta kita terus tekankan. Pengajaran pentakosta, secara sederhana artinya Injil ini ditambah Roh Kudus. Kita percaya kepenuhan Roh Kudus, kita percaya karunia Roh Kudus masih berlangsung sampai hari ini termasuk bahasa roh termasuk karunia mukjizat kesembuhan ilahi dan juga buah roh.  Pentakosta juga sangat menekankan pujian penyembahan dan doa dan itu warna yang kita terus akan tekankan itu sebabnya mengapa malam ini kita melakukan GBI Song Award sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu dan sekarang puncaknya akan dipilih siapa pemenangnya yaitu lagu-lagu rohani yang bisa dinyanyikan di seluruh gereja tidak harus GBI, tetapi gereja apa saja dan tidak usah bayar kepada GBI. Kita terima cuma-Cuma dari Tuhan, maka kita bagi cuma-cuma untuk kemuliaan Tuhan.

Pengajaran pentakosta dengan warna yang kita yakini dalam pengakuan iman GBI harus kita tekankan. Karena itulah saudara sekalian kita telah meringkas pengakuan iman GBI yang panjang menjadi lebih pendek dan kemudian kita membuat lagunya, karena biasanya kalau membaca orang sulit mengingat, tapi kalau nyanyi orang lebih gampang mengingatnya. “Aku percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah, Allah itu Tritunggal adanya Yesus yang lahir mati bangkit naik ke surga adalah juruselamat pengantara kita dan Raja segala Raja, manusia berdosa harus bertobat dan beriman agar diampuni dibenarkan dan dilahirkan baru lalu dibaptis secara selam dan hidup suci bahasa roh adalah tanda awal baptisan Roh Kudus gereja melakukan perjamuan kudus dan meyakini kesembuhan Ilahi Tuhan Yesus akan datang kembali ada kebangkitan tubuh kerajaan seribu Tahun hukuman kekal dan hidup yang kekal”.

  1. Saudara-saudara kita tahu ada pengakuan iman rasuli yang dipercaya oleh seluruh gereja Protestan termasuk kita tetapi ada kekususan, mengapa kita menyebutkan pengakuan iman GBI versi ringkas. Untuk versi yang lengkap dipergunakan dalam pertemuan yang resmi misalnya Sidang Majelis Daerah dan sebulan sekali baca dalam ibadah Gereja Lokal, supaya semua jemaat itu tahu apa sih yang diyakini oleh GBI dengan kekhususannya, yaitu: baptisan selam, hidup suci, bahasa roh, kesembuhan Ilahi, kerajaan seribu tahun. Sehingga kalau ada muncul orang-orang yang mulai menyerang ajaran abcd melalui YouTube sekarang kan banyak youtuber saudara sekalian dan mereka sering kali menyebut diri apologger serang pendeta abcd dan biasanya yang diserang pendeta yang populer kalau pendeta yang nggak populer subscribernya kecil saudara viewer kagak ada itu taktik lah sudah ada orang yang trick ricord berikutnya kita enggak tahu pelayannya entah di mana wah serang sana sini mereka menyebut diri Apologet saya menyebutnya preman rohani saudara karena Alkitab berkata pertemuan jawab Iman harus dengan lemah lembut supaya orang-orang bisa diselamatkan.
  2. Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi orang yang menang debat tapi memenangkan jiwa Haleluya karena itu, Saya dorong semua membacakan minimal sebulan sekali sehingga ketika orang mulai mempertanyakan soal baptisan selam soal hidup suci soal Bahasa Roh soal kesembuhan Ilahi soal kerajaan seribu tahun, semua jemaat langsung ada alarm yang berbunyi karena setiap bulan sekali dia membacanya dan saya percaya ini akan membuat secara teologis orang-orang GBI akan lebih sehat.
  3. kita juga harus menekankan dampak gereja bagi masyarakat luas dan ini yang kita harus upayakan terus GBI membangun banyak sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA sampai Universitas. Kita rindu satu kali Tuhan memberikan kepada kita Universitas Bethel Indonesia dan saya percaya kalau kita sehati saat itu akan terwujud. Saat ini kita sudah mempunyai Balai Pengobatan Bethel, sehingga Saya percaya suatu saat kita punya Rumah Sakit Bethel Indonesia. Saya percaya bagi Tuhan tidak ada yang mustahil yang penting kita kerjasama.
  4.  Kita juga melakukan pelatihan-pelatihan pertanian, pelatihan keterampilan yang mengedukasi masyarakat di sekitar kita.
  5. Membuat koperasi masyarakat pelayanan ke marketplace karena saya percaya mayoritas orang GBI itu adalah orang yang bergerak di marketplace sebagai pengusaha sebagai profesional atau karyawan dan kita harus lengkapi mereka, kita juga ingin menjadi berkat melalui misi lewat sosial media. saya berdoa untuk anak-anak muda jadilah influencer yang punya misi kabar baik memberitakan Injil Yesus Kristus dengan cara yang relevan kepada generasi ini. konten yang dibuat adalah konten bukan hoax, konten yang merugikan orang lain, meresahkan tapi benar-benar konten yang membawa jawaban kabar baik supaya orang-orang bisa mengenal kebenaran di dalam Injil Yesus kita juga perlu terlibat di dalam politik. politik yang artinya mengatur kota mengatur negara jangan organisasinya saudara-saudara yang berpolitik tapi jemaatnya yang dilatih. mereka bisa duduk dalam posisi yudikatif, legislatif, eksekutif tidak apa-apa kalau ada pendeta yang terpanggil untuk menjadi anggota DPR tidak jadi masalah dia serahin penggembalaannya kepada wakilnya dia terlibat di dalam politik tersebut. Ini sudah mau tahun-tahun politik saya serukan jangan pakai mimbar gereja untuk menyebutkan siapa calon pilihan saudara, saudara ngobrol di warung silakan tapi biar mimbar untuk firman Tuhan. Injil Kristus karena kita dipanggil untuk itu. siapapun yang terpilih dan sebagainya kita percaya itu adalah pilihan Tuhan walaupun banyak orang berpikir waduh nanti takutnya akan terjadi ini itu saya percaya Tuhan mengasihi Indonesia saya percaya 2024 yang akan terpilih adalah orang yang tetap mempertahankan Pancasila, Undang-Undang Dasar 45, NKRI Bhinneka Tunggal Ika, karena masih banyak orang di Indonesia yang punya jiwa seperti itu apalagi banyak orang percaya yang berdoa.

Saudara boleh terjun ke dunia politik tapi tanggalkan dulu posisi saudara sebagai gembala sidang sebagai pengurus sinode, BPD dan sebagainya tidak jadi masalah supaya semuanya menjadi efektif. Tapi biarlah kita hamba-hamba Tuhan konsentrasi pada Firman dan pada pemberitaan Injil karena untuk itulah kita dipanggil oleh Tuhan.

  • keempat kita juga harus memberkati bangsa-bangsa. Kerinduan kita satu kali kita (GBI) bisa mengutus misionaris lebih banyak ke luar negeri. Kita bukan hanya memenangkan orang Indonesia di sana tapi memenangkan orang-orang dari segala suku bangsa yang ada di luar sana atau Bethel Work Mission akan menjadi pusat pelatihan bukan hanya untuk orang di dalam negeri tapi orang melayani di luar negeri sehingga kita bisa kirim puluhan orang ke berbagai negara supaya mereka mendengar Injil Kristus.    

Saudaraku, mari kita sehati menuntaskan amanat Agung karena kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat singkat. Selamat malam Tuhan memberkati, dirgahayu gereja Bethel Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *