TFT Pemuridan Deeper 3.0 Perwil GBI Jakarta Timur
JAKARTA TIMUR — Bidang Pemuridan BPD GBI DKI Jakarta bersama Perwil GBI Jakarta Timur menggelar Training for Trainer (TFT) Pemuridan Deeper 3.0 pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB tersebut dilaksanakan di GBI Galilea, Jalan Sulawesi No. 48, Cipinang Bali, Jakarta Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan pemuridan di lingkungan Gereja Bethel Indonesia (GBI), khususnya melalui peningkatan kapasitas para pelayan dan penggerak pemuridan di tingkat wilayah.
Mengusung tema “TFT Pemuridan Deeper 3.0”, kegiatan menghadirkan empat pembicara, yaitu Pdt. Dr. Elider Tampubolon, M.Th., Pdt. Sudirman Manalu, M.Th., Pdt. Monang Gultom, M.Th., dan Pdt. Eliza Hadi, M.Th.
Keempat narasumber tersebut memberikan pembekalan yang diarahkan untuk memperlengkapi peserta dalam memahami serta menjalankan proses pemuridan secara lebih terarah dan efektif. Melalui kegiatan TFT, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meneruskan proses pembinaan kepada jemaat dan para pelayan di lingkungan masing-masing.
Sebanyak 60 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan adanya kebutuhan dan komitmen yang kuat untuk terus mengembangkan pelayanan pemuridan di tengah gereja.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pemuridan BPD GBI DKI Jakarta bersama Perwil GBI Jakarta Timur ini sekaligus menjadi ruang untuk membangun kesamaan visi, memperkuat jejaring pelayanan, serta mendorong lahirnya para trainer yang mampu menjadi penggerak pemuridan di gereja masing-masing.
Pemuridan menjadi salah satu bagian penting dalam pertumbuhan gereja karena tidak berhenti pada pertambahan jumlah jemaat, tetapi berfokus pada proses membentuk kehidupan orang percaya agar semakin dewasa dalam iman dan mampu memuridkan orang lain.
Melalui TFT Pemuridan Deeper 3.0, Perwil GBI Jakarta Timur bersama BPD GBI DKI Jakarta terus mendorong terbentuknya ekosistem pemuridan yang kuat, berkelanjutan, dan berdampak bagi pertumbuhan gereja.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut menjadi momentum penting untuk memperlengkapi para peserta agar dapat kembali ke gereja masing-masing dengan bekal, perspektif, dan semangat baru dalam menjalankan panggilan pemuridan.
Dari pemuridan yang kuat, lahir murid yang bertumbuh. Dari murid yang bertumbuh, lahir generasi yang mampu memuridkan.





