Keluarga ada di hati Tuhan

Oleh: Pdt. Roditus Mangunsaputro (Kabid Pembinaan Keluarga BPD GBI DKI Jakarta)

Keluarga adalah lembaga masyarakat paling kecil tetapi paling penting dalam bermasyarakat karena dibentuk oleh tangan Tuhan sendiri, yang dipersiapkan untuk bertumbuh dan berotoritas dalam kehidupan dimana didalamnya terdapat anak-anak yang dipersiapkan untuk bertumbuh dan menikmati kembali kehidupan taman Eden.

Namun kata keluarga menjadi kehilangan makna karena dipergunakan oleh berbagai orang dari berbagai kelompok untuk tujuan-tujuan tertentu entah bertujuan baik atau buruk dan menamai pengikutnya dengan sebutan keluarga. Bahkan dibanyak gereja kita sering mendengar atau menyanyikan nyanyian tentang persekutuan umat Allah sebagai “keluarga Allah”.

Keluarga sangat berarti dan sangat dekat dengan hati Allah oleh karenanya keluarga jugalah yang menjadi sasaran utama iblis untuk menghancurkannya agar manusia jauh dari kasih Tuhan, hal itu dimulai dari keluarga pertama di Taman Eden.

Tidak mengherankan kalau Firman Tuhan mengingatkan dengan keras melalui firman-Nya : “Tetapi jika ada seorang yang tidak memelihara sanak saudaranya, apalagi sesisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” (1Timotius 5:8)

Apakah dimaksud dengan keluarga?

Keluarga adalah ikatan perjanjian kekal dalam persekutuan hidup antara ayah, ibu, dan anak-anak. Inilah yang disebut dengan keluarga kecil atau keluarga inti.

Keluarga pertama di dunia ini dibentuk oleh Allah  sendiri yakni keluarga Adam (Kejadian 1:27-29). Adam sebagai suami Hawa sekaligus ayah dari Kain dan Habel;

Hawa sebagai istri Adam sekaligus sebagai ibu Kain dan Habel; Kain dan Habel sebagai anak-anak dari Adam dan Hawa; Inilah keluarga ini pertama yang dibentuk oleh Allah.

Selain keluarga kecil atau keluarga inti, ada juga yang disebut keluarga besar, yaitu persekutuan hidup  antara ayah, ibu, dan anak-anak serta kakek, nenek, paman dan bibi, dan lain-lain. Mereka beresal dari hubungan keluarga (kekerabatan) ayah maupun keluarga (kekerabatan) ibu.

Artikel Lainnya :   "Wajibkah Natal (Karyawan Kantor, Pelajar Mahasiswa) ?" | Ngobrol Theologia | BPD GBI DKI Jakarta | Episode 36

Keluarga Kristen adalah persekutuan hidup antara ayah, ibu, dan anak-anak yang telah percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi serta meneladani hidup dan ajaran-ajaranNya dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian ini dibangun dari pengertian Kristen itu sendiri. Kristen artinya menjadi pengikut Kristus, yang meneladani hidup dan ajaran-ajaran Kristus.

Keluarga adalah persekutuan yang penting

Dr. Kenneth Chafin dalam bukunya Is There a Family in the House? memberi gambaran tentang maksud keluarga dalam lima identifikasi, yaitu:

  1. Keluarga merupakan tempat untuk bertumbuh, menyangkut tubuh, akal budi, hubungan sosial, kasih dan rohani. Manusia diciptakan menurut gambar Allah sehingga mempunyai potensi untuk bertumbuh. Keluarga merupakan tempat  memberi energi, perhatian, komitmen, kasih dan lingkungan yang kondusif untuk bertumbuh dalam segala hal ke arah Yesus Kristus.
  2. Keluarga merupakan pusat pengembangan semua aktivitas. Dalam keluarga setiap orang bebas mengembangkan setiap karunianya masing-masing. Di dalam keluarga landasan kehidupan anak dibangun dan dikembangkan.
  3. Keluarga merupakan tempat yang aman untuk berteduh saat ada badai kehidupan. Barangkali orang lain sering tidak memahami kesulitan hidup yang kita rasakan tetapi di dalam keluarga kita mendapat perhatian dan perlindungan.
  4. Keluarga merupakan tempat untuk mentransfer nilai-nilai, laboratorium hidup bagi setiap anggota keluarga dan saling belajar hal yang baik.
  5. Keluarga merupakan tempat munculnya permasalahan dan penyelesaiannya. Tidak ada keluarga yang tidak menghadapi permasalahan hidup. Seringkali permasalahan muncul secara tidak terduga. Misalnya, hubungan suami istri, masalah yang dihadapi anak belasan tahun, dan masalah ekonomi. Namun, keluarga yang membiarkan Kristus memerintah sebagai Tuhan atas hidup mereka pasti dapat menyelesaikan semua permasalahan.

Tidak mengherankan kalau Daud juga sangat memperhatikan keluarga dan meminta didalam doa syukurnya kepada Tuhan, seperti yang dituliskannya :

Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di

hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati

untuk selama-lamanya. (1 Tawarikh 17:27)

Artikel Lainnya :   Transinformasi Edisi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022

Doa yang sama juga menjadi kerinduan kita keluarga-keluarga Kristen.

Aktifitas yang dilakukan oleh Bidang Pembinaan Keluarga BPD DKI Jakarta

Guna menopang pertumbuhan kehidupan keluarga Kristen di DKI Jakarta, khususnya di masa pandemic Covid-19, Bidang Pembinaan Keluarga melakukan beberapa kegiatan keluarga melalui zoominar secaraon line agar dapat menumbuhkan rasa aman anggota keluarga saat menghadapi persoalan yang muncul terlebih penting menguatkan iman percaya kepada Tuhan Yesus, antara lain :

  1. Pelatihan Konseling, pada tanggal 8 Juni 2021 Oleh dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K). Diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Keluarga bekerjasama dengan Bidang Konseling.   Hal ini diperlukan mengingat keadaan sehari-hari dimasa pandemic covid-19 banyak membuat orang mengalami stress dengan beragam masalah, mulai terganggunya pekerjaan, pergaulan bahkan memicu konflik dalam kehidupan rumah tangga. Dengan pelatihan ini diharapkan setiap hamba Tuhan dapat melayani dimulai dari anggota keluarganya.
  2. Burn Out di masa Pandemi, pada tanggal 8 Juni 2021oleh Pdt. Dr. Julianto Simanjuntak mengingat kondisi pandemic covid-19 belum juga menunjukkan grafik penurunan bahkan cenderung semakin meningkat. Sehingga berakibat pada kejenuhan menghadapi kehidupan termasuk keluarga Kristen.
  3. Mistery of Sexual Intimacy, pada tanggal15 Juli 2021 oleh Dr. Andik Wijaya. Penyelenggaraan acara ini bukan semata mengungkapan hubungan keintiman suami istri, namun lebih pada bagaiman membangun keintiman dalam kasih di masa yang sulit, agar hubungan keintiman keluarga dan keintiman dengan Tuhan tetap terjaga dalam keharmonisan yang utuh.
  4. Cegah stress pada anak dan remaja di masa pandemic, pada tanggal 16 Agustus 2021 oleh Pdt. Antonius Sitompul, SH, MTh dan dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K). Masih dalam situasi pandemic covid-19 mencapai puncaknya di Indonesia, berakibat pada kejenuhan anak-anak dan remaja yang diwajibkan untuk dirumah baik dalam hal belajar maupun bermain sehingga anak-anak dan remaja berkecenderungan mengalami stress.
  5. Mengelola keuangan keluarga¸ pada tanggal 16 September 2021 disampaikan oleh Direktur Utama PTDanareksa Investment Management, Marsangap P Tamba. Pengelolaan keuangan keluarga merupakan hal penting yang harus disikapi oleh setiap keluarga Kristen untuk mencegah konflik karena uang. Keluarga diarahkan untuk mengerti bagaimana menggunakan keuangan keluarga untuk kebutuhan utama dan bagaimana berinvestasi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Artikel Lainnya :   Ucapan Selamat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dari BPD GBI DKI Jakarta dan Undangan

Untuk kedepannya Bidang Pembinaan Keluarga akan menyiapkan topik-topik lain yang dapat memberikan manfaat bagi kebahagiaan, kesejahteraan keluarga di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Hari ini pasti lebih baik dari kemarin,  Halleluya, amin.