Mengatasi Stress Pada Anak dan Remaja

16 Agustus 2021

Departemen Pembinaan Keluarga GBI, bersama Bidang Pembinaan Keluarga BPD GBI DKI Jakarta mengadakan Webinar tentang mengatasi Stress pada anak dan remaja. Dengan menghadirkan Pembicara: Pdt. Antonius Sitompul (ketua Depart. Keluarga BPP GBI) dan dr. Anggia Hapsari (PsikiaterRs. Pondok Indah Bintaro)

Stres adalah respons dari tubuh terhadap tekanan dalam hidup. Stres sering kali dikaitkan pada orang dewasa yang memiliki lebih banyak beban atau kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran. Padahal, asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab, stres juga dapat diderita anak hingga remaja.

Dimulai dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) berlanjut dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan beberapakali perpanjangan menyebabkan stres pada masyarakat. Tidak terkecuali pada anak dan remaja yang merasakan ketegangan, kejenuhan kejengkelan dengan sekolah on line dsb.

Oleh karena itu perlu pemahaman yang lebih luas dari orang tua untuk mendeteksi dan mengatasi stres pada anak dan remaja di masa pandemi saat ini. Untuk dapat mengetahui kondisi anak, maka orang tua harus meluangkan waktu untuk memberikan perhatian khusus. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih tenang dan mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua.

Anak yang stres biasanya akan mengisolasi diri mereka, lebih sensitif, mudah tersinggung serta mudah marah. Agar anak tidak berlarut dalam stres, berikut adalah cara yang tepat untuk menghadapinya, yaitu:

  1.  Perhatikan perubahan sikap pada anak. Anda dapat bekerja sama dengan anggota keluarga lainnya serta guru mereka untuk mengetahui perubahan sikap serta kebiasaannya. Cobalah untuk memahami apa yang ia rasakan dalam ketidaknyamanannya.
  2. Jangan langsung memarahi anak jika sikap dan kebiasaan mereka berubah, agar mereka tidak langsung kecewa. Perhatikan cara anak saat berinteraksi dengan orang lain.
  3. Dengarkan dan pahami apa yang dirasakan anak. Berikan waktu khusus untuk berbicara serta lebih dekat dengan anak dan dukunglah apa yang ingin ia ingin lakukan.
  4. Dampingi keseharian mereka agar anak akan merasa aman dan diperhatikan. Bagun komunikasi yang inten dengan anak
Artikel Lainnya :   Seminar UKMJ : Teknik Dasar Berjualan di Facebook

Penyebab stres anak Stres pada anak-anak sering kali disebabkan oleh permasalahan dengan orang terdekat mereka seperti sahabat, keluarga serta permasalahan sekolah. Bahkan stres pada anak-anak bisa terjadi karena hal sederhana seperti harus beradaptasi saat bermain games yang belum mereka kuasai.

Ada beberapa sikap dan tingkah laku yang dapat dilihat pada diri seorang anak yang sedang mengalami stress, seperti: Perubahan suasana hati; Perubahan pola tidur dan makan; Tidak menyukai hal yang sebelumnya mereka sukai; Marah yang berlarut-larut; Sulit berkonsentrasi dan suka melamun; Terlihat tidak bersemangat dan ada juga yang Sakit perut’.

Dalam hal ini perean orang tua sangatlah penting dalam membangun komunikasi, membangun hubungan yang lebih dekat, berilah perhatian yang lebih dan dengarkan keluh kesah mereka dan memberikan motivasi dan dorongan bagaimana cara Anda mengelola stress.