PELATIHAN LDP (Layanan Dukungan Psikososial) untuk pelayanan Trauma Healing

Jakarta, 31 Juli 2021

Shalom Bapak/ibu Gembala dan pejabat GBI DKI Jakarta yang Tuhan  kasihi.

Pelmas GBI DKI akan melaksanakan Pelatihan Dasar Trauma Healing bagi anak- anak terdampak bencana, dengan materi dan pembicara dari Dinas sosial yang sangat bermanfaat untuk pelayanan yang berdampak bagi lingkungan, pelatihan ini dapat diikuti oleh pejabat GBI, pengerja, Guru Sekolah Minggu.

Bencana alam selain dapat memakan korban jiwa juga dapat  menimbulkan efek diantaranya perasaan takut, perasaan cemas hingga perasaan trauma terhadap bencana yang telah terjadi.

Trauma diartikan sebagai luka, sakit, atau syok baik yang berupa fisik maupun mental atau syok emosi yang bisa membuat gangguan metal. Dengan demikian trauma bisa disebut sebagai gangguan psikologis yang dialami seseorang akibat penagalaman yang tidak menyenangkan yang disebabkan ketidaksiapan menghadapi peristiwa tertentu. Artinya trauma dapat diartikan rasa kecemasan dan kesakitan yang sangat mendalam yang disebabkan oleh keadaan lingkungan atau orang lain. Lingkungan yang merugikan tersebut bisa dikatakan seperti bencana tsunami, ledakan bom, kebakaran, kegagalan dalam studi, kegagalan dalam bercinta, ditolak oleh keluarga dan teman terdekat,serta mendapatkan tekanan dari teman (bully) yang menyebabkan ketakutan.

Trauma Healing didefinisikan sebagai upaya yang dilakukan perorangan atau Tim dengan metoda tertentu bertujuan untuk menyembuhkan atau meringankan beban yang menggoncangkan jiwa seseorang atau kelompok tertentu akibat kejadian trauma. Pelayanan Trauma Healing merupakan salah satu kebutuhan bagi korban bencana, yaitu dengan therapy Trauma Healing diharapkan korban bisa benar-benar sembuh dari rasa traumanya dan dapat menjalani kehidupannya dengan normal kembali.

Trauma Healing sangat diperlukan di Indonesia yang merupakan Negara Rawan Bencana Alam, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa dan lain sebainya. Bencana alam tersebut banyak menimbulkan kerugian dan kesedihan pada korbannya. Bahkan tak jarang pula korban bencana alam mengalami trauma berat. Akibat bencana. Ketakutan terhadap bencana adalah rekasi yang sangat umum dialami oleh korban bencana. Terkadang korban bencana mengalami pengulangan  Ingatan mengenai bencana tersebut  yang kemudian dapat berkembang lebih serius menjadi rasa hilangnya emosi, aatau bahkan mengalami insomnia, dan waspada berlebihan. Pada anak-anak trauma terhadap bencana alam dapat merenggut keceriaan anak.

Artikel Lainnya :   Transinformasi Edisi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022

Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk melakukan dapat dilakukan dengan pemberian obat atau therapy psikis. Pada prinsispnya trauma healing yang diberikan pada orang dewasa dan berbeda pada anak anak. Pada anak anak trauma healing dapat dilakukan melalui beberapa metode,  yang pertama adalah melalui Teknik  play therapy pada. Anak. Dengan menggunakan play therapy pada anak anak diajak mengatasi trauma melalui media permainan. Ini banyak petugas Penyuluh Sosial lakukan. Metode lain yaitu dengan therapy metode tarian atau bernyanyi. Dengan menari atau bernyanyi anak dapat mengekspresikan emosi yang ada di dalam dirinya.

Oleh karena itu BPD GBI DKI Jakarta melalui bidang Pelmas, mengadakan Pelatihan LDP atau Trauma Heling dengan tujuan untuk terlibat langsung dengan korban bencana alam di DKI Jakarta, seperti banjir, kebakaran dan bencana lainnya.

Pdt. Iman Tarunajaya mengungkapkan kepada Transinfo bahwa Pelmas Tagana BPD GBI DKI Jakarta telah lama terlibat dalam pelayanan Trauma Healing saat bencana alam di Jakarta, oleh karena itu kami membuat pelatihan ini untuk menambah pemahaman pelayanan trauma Healing serta untuk merekrut relawan relawan yang punya talenta dan rindu untuk melayani sebagai relawan trauma healing pasca bencana.